RSS

PENGARUH AFTA DALAM PI

24 May

Mengapa Indonesia bisa mengalami penurunan dalam sector perdagangan akhir-akhir ini? Indonesia ternyata kurang mampu menghadapi perdagangan bebas yang sudah berlaku sejak Januari 2010 ini. Segala upaya telah dilakukan namun perdagangan bebas ini lebih mengancam dan sebagian masyarakat sekarang mengonsumsi produk dari luar negeri terutama China.

Produk China banyak digemari oleh masyarakat China karena harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk dalam negeri. Contohnya adalah harga baju yang dijual oleh produk Indonesia berkisar 20-50ribu sedangkan harga pakaian dari China hanya dihitung per kilogram. Pedagang di TanahAbang (Jakarta Pusat) juga lebih memilih menjual produk China karena untung yang didapatkan lebih besar dan ini membuat perusahaan pakaian di Indonesia menjadi kacau dan ada sebagian yang gulung tikar.

Padahal jika dilihat dari Produk Domestik Bruto sejak tahun 2000 perdagangan selalu bisa menjadi andalan negeri ini. Perdagangan bebas inilah yang membuat sumbangan perdagangan dalam PDB menjadi turun pada kuartal pertama 2010.

Kondisi perdagangan China-Indonesia berbeda kondidi ketika Indonesia-Jepang karena Indonesia dan China hanya China yang bisa memasok barangnya dan Indonesia tidak ada yang laku produknya di negeri China. Kalau dengan Jepang, kedua Negara saling berhubungan dan ketergantungan satu sama lain.

Untuk menanggulangi perdagangan China saja Indonesia haruslah menyiapkan pelabuhan yang besar guna menampung seluruh pasokan dari China tersebut. Karena sudah banyak kapal yang sedang menuju Indonesia untuk menjual produk mereka di pasar Indonesia.

Inilah hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi perdagangan bebas AFTA. Pertama, peningkatan efektifitas pengamanan pasar dalam negeri dari penyelundupan dan pengamanan produk dalam negeri, pengawasaan efektivitas penerbitan SKA, penguatan pasar ekspor melalui promosi pariwisata perdagangan dan investasi, penanganan isu domestik, pembenahan tata ruang infrastruktur, suplai energi, insentif, dan membangun kawasan industri, dan kelima peningkatan promosi penggunaan produk dalam negeri. (indonesiatopnews.info)

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan cinta dan belilah produk dalam negeri agar masyarakat Indonesia menggunakan produk Indonesia saja. Hal ini tentu membuat para perusahaan di Indonesia senang akan tetapi yang terjadi di lapangan produk China tetaplah paling laris manis karena harganya yang sangat murah.

Akan tetapi BPS menolak jika perdagangan bebas terlalu berpengaruh dalam perdagangan bahkan CAFTA bisa menekan laju inflasi di Indonesia. BPS menyebutkan perdagangan bebas CAFTA dapat berdampak positif dalam menahan laju inflasi karena menurunnya harga-harga produk impor.

Harga produk yang diperkirakan akan turun seperti kebutuhan sandang karena produknya yang akan membanjiri pasar perdagangan di tanah air. Indonesia adalahnegara produksi sandang yang termasuk besar karena mampu unutk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Menurut catatan BPS di Q4 2010 perdagangan Indonesia surplus US$5,35miliar pada periode januari sampai maret 2010. Surplusnya neraca perdagangan ini didukung dari impor Maret 2010 yang meningkat 16,32% menjadi US$11,05 miliar dibandingkan Februari 2010 sebesar US$9,50 miliar. Jika dibandingkan Maret 2009 mengalami peningkatan 68,58%. Sementara itu, selama Januari-Maret 2010 nilai impor mencapai US$30,037 miliar atau meningkat 57,31% jika dibandingkan tahun sebelumnya.(dikutip dari:inilah.com).

Impor nonmigas Maret 2010 mencapai US$8,80 miliar atau meningkat US$1.343,9 juta atau 18,03% dibandingkan impor Februari 2010. Sedangkan selama Januari-Maret 2010 mencapai US$23.802,7 juta atau naik 49,54% dibandingkan periode yang sama 2009 (data BPS).

Nilai impor nonmigas terbesar adalah golongan barang mesin atau peralatan mekanik senilai US$1,56 miliar yang meningkat 13,03% dibandingkan Februari 2010. Sedangkan Januari-Maret 2010 meningkat 24,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (data BPS).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2010 masih ditempati China US$4,31 miliar dengan pangsa pasar 17,36%, diikuti Jepang US$3,57 milair dengan pangsa pasar 14,99% dan Singapura sebesar US$2,51 miliar dengan pangsa pasar 10,55% (data BPS).

Dengan dominasi China saat ini banyak Negara yang menjadi kawatir akan efek negatif dalam perdagangan bebas China-AFTA ini termasuk Indonesia. Pemerintah bahkan sempat akan menunda implementasi dari CAFTA ini. Akan tetapi karena pemerintah yakin masyarakat Indonesia mampu maka CAFTA pun tetap berjalan.

Jadi, tarif impor antarnegara ASEAN dijadikan nol. Tarif impor antara ASEAN dan China juga nol. Dalam Skenario yang kedua, Indonesia hanya mengimplementasikan perjanjian perdagangan dengan ASEAN, tetapi tidak ikut perdagangan bebas dengan China, sedangkan negara-negara ASEAN yang lain tetap melakukan liberalisasi perdagangan dengan China. (dikutip dari: kompas)

Selain itu, barang-barang dari negara ASEAN yang lain menjadi lebih dapat bersaing di pasar Indonesia dengan barang dari China yang masif terkena tarif impor. Kenaikan ekspor dapat juga terjadi karena mereka memanfaatkan keadaan untuk mengimpor barang dari China kemudian mengekspornya ke Indonesia (ingat ekspor dari negara ASEAN ke negara ASEAN lainnya tidak terkena tarif yang berarti). Walaupun menurut perjanjian tidak diperbolehkan, pada kenyataannya sulit untuk mencegah terjadinya praktik seperti ini (dikutip dari: kompas).

Dalam perjanjian AFTA memang harus ada sektor industri yang harus menjadi korban karena memang ada salah satu sector yang akan dirugikan. Misalnya industri pakaian Indonesia turun 5% disbanding sebelumnya. Sektor yang tertekan tersebut haruslah diperhatikan lebih oleh pemerintah karena jika dibiarkan maka akan berdampak luas bagi masyarakat.

Misalnya Indonesia haruslah bisa mendapatkan bahan baku dengan sangat murah agar bisa menekan biaya produksi dan harga jual pakaian pun bisa menurun dan bersaing dengan produk China. Sebenarnya produk dalam negeri sudah berkualitas dibandingkan impor dari China dan inilah salah satu keunggulan produk dalam negeri.

Jika dilihat secara fakta di lapangan nampaknya sector perdagangan hanya bisa membaik jika produk dalam negeri kita lebih unggul dibandingkan produk China. Baik dalam harga, kualitas maupun kepuasan dalam menggunakannya.

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: